Perkembangan Pers Pada Masa Reformasi

5/5 (1)

Perkembangan dan Kondisi Pers Pasca Orde Baru – Reformasi tahun 1998 membawa perubahan sangat besar dan cukup mendasar pada Indonesia. Seluruh komponen bangsa bergerak dan bergejolak layaknya sebuah revolusi yang telah diberi format dan saluran reformasi. Ketegangan dan kerusuhan terjadi di mana-mana. Konflik horizontal dan vertikal pun pecah, baik yang terjadi secara spontan ataupun yang dimobilisasi.

perkembangan pers pada masa reformasi
Sumber : Pexels.com

Yang Terjadi Pada Masa Reformasi

Reformasi tahun 1998 sungguh menyentuh sendi dan tata nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaranegara. Perangkat-perangkatnya juga ikut disentuh, dirombak, diubah, dan direposisikan kembali sehingga benar-benar bersosok demokrasi. Partai-partai berdiri dan pers bebas sudah tidak lagi memerlukan izin terbit. Pemilu yang demokratis diselenggarakan pemerintahan baru dengan memilih presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat.

Presiden B.J. Habibie dan Pemerintahannya mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers, meskipun merugikan posisinya dalam pemilihan presiden. Urusan izin terbit dipermudah dan diperlancar oleh UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers

Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, pers nasional melaksanakan peranan berikut ini.


  1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan informasi
  2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia. serta menghormati kebinekaan;
  3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar;
  4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum;
  5. Menperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Baca juga : Cara mengatasi anak yang tidak mau membaca

Fungsi Pers Nasional

Pers nasional mempunyai fungsi dan peran sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Disamping fungsi-fungsi tersebut, pers nasional dapat juga berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Pers nasional wajib mewartakan peristiwa serta opini dengan tetap menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

Kondisi Pers Pada Masa Reformasi

Kini, pers di dalam masyarakat yang sedang menuju demokratisasi yang sebenarnya, berusaha mencari kebijakan yang paling baik dari setiap permasalahan. Pers sebagai media penyaluran aspirasi, saran, pendapat, reformasi, atau evaluasi dari suatu kebijakan pemerintah. Jadi, masyarakat pun tidak boleh bersikap acuh.

Dari setiap perubahan dan perkembangannya, pers Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Berita yang disampaikan tidak hanya seputar tindakan kriminal, seks, sensasi, dan peristiwa lainnya yang termasuk spotnews. Pers seharusnya juga memuat berita atau analisis di bidang kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

Dalam euforia kebebasan pers ini, tak  dapat dipungkiri, sangat dimungkinkan adanya pemberitaan yang kebablasan. Namun, sudah seharusnya masyarakat semakin kritis menyikapi pers. Pers yang tidak bermutu dan berbobot akan mudah ditinggalkan oleh pembacanya.

Kesimpulan

Kesimpulannya, kondisi pada masa reformasi yang berpengaruh terhadap perkembangan pers di Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Pers tumbuh sebagai pengawal jalannya reformasi.
  2. Dicabutnya surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP).
  3. Lahirnya undang-undang pers yang baru, yaitu UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
  4. Dibubarkannya Departemen Penerangan pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Semoga bermanfaat!


Daftar Pustaka

  • Atik Hartati, SarwonoPendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XII

Berikan rating konten :

Leave a Comment