Cara Efektif Mengajarkan Rasa Empati pada Anak

5/5 (3)

Cara Efektif Mengajarkan Empati pada Anak – Kapan sih Bunda waktu yang paling tepat untuk ajarkan rasa empati pada si kecil?

Usia TK, SD, atau?

Hmm..

Begini, Bunda.. Menurut para ahli, mengajarkan empati pada anak baiknya dilakukan sedini mungkin.


mengajarkan empati pada anak
Sumber : Pexels.com

Memang, pada dasarnya seorang anak baru akan paham konsep rasa empati secara matang di sekitar usia 8 hingga 9 tahun. Akan tetapi, mengajarkan empati sejak dini tak akan menjadi hal yang sia-sia kok.

Mengapa? Sebab, pada saat berusia 4 atau 5 tahun, seorang anak sudah sedikit demi sedikit mulai bisa mengerti konsep :

jika ia ingin diperlakukan yang baik, maka dirinya sendiri juga harus memperlakukan orang lain dengan baik pula”.

Kemampuan si kecil di atas lah yang mendasari kita untuk mulai bisa menumbuhkan empati anak kita terhadap orang lain.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mudah dan efektif untuk mengajarkan empati pada anak yang bisa Anda bisa praktikkan dalam kehidupan berumah tangga.

Cara mengajarkan empati pada anak sejak dini

Apa saja rahasianya? Kami menghimpun 4 hal penting dan simple ini untuk Anda coba :

#1. Membiasakan si kecil mengungkapkan perasaan

Anak usia 5 tahun biasanya sudah mulai bisa mengerti dan juga mengontrol emosinya dengan baik. Dia mulai bisa mengatur kapan dia marah, gembira, sedih, terkejut, malu, dan lain sebagainya.

Mereka hanya saja terkadang masih belum mengerti penamaan kondisi emosi yang dirasakan tersebut.

Oleh sebab itu, Anda bisa membiasakan untuk mengungkapkannya dengan kata-kata seperti ini, misalkan :

  • Saat adik merebut mainan teman, maka teman adik akan merasa sedih atau mungkin juga marah. Adik tidak suka kan kalau mainannya direbut? Jangan suka merebut mainan teman ya, dik..”.

Lakukan hal yang satu ini dengan cara menunjukkan ekspresi sedih dan juga marah dengan gambaran yang sesuai.

Baca juga : 7 Hero Terkuat Mobile Legends Season 12 (Selalu Update)

#2. Apresiasilah segala kebaikan si kecil

Pada saat si kecil berbuat suatu kebaikan, maka jangan pernah ragu untuk mengungkapkan apresiasi dan katakan bahwa apa yang dia lakukan itu tepat dan sangat bagus. Ungkapkanlah hal tersebut secara lebih spesifik, seperti ini :


  • Adik sangat baik sekali ya mau membagikan bekal adik dengan teman. Bunda tadi melihatnya tersenyum. Bunda tadi juga tahu teman adik tadi merasa senang sebab adik mau berbagi dengannya”.

Cobalah membiasakan memberi apresiasi kepada anak sekecil apapun kebaikan yang ia lakukan ya, Bunda. Ini adalah cara mengajarkan rasa empati yang efektif.

#3. Perilaku orang lain bisa pengaruhi kondisi emosi anak

Ajari anak Anda untuk lebih peka jika orang lain yang berbuat baik padanya. Contohnya seperti ini :

  • Apa adik ingat, saat adik masuk sekolah pertama kali, bu guru menyanyikan adik lagu untuk membuat adik bahagia di sekolah

Dengan melalakukan hal yang satu ini, maka anak Anda nantinya akan belajar memahami perilaku orang lain yang bisa berdampak pada kondisi emosi anak Anda.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Agar Disiplin Sejak Dini

#4. Ajari bahasa non verbal

Pada saat sedang melihat orang lain sedang mengungkapkan emosi tertentu, sampaikan mengenai perasaan yang mungkin sedang orang lain rasakan. Misalnya dengan seperti ini :

  • apa adik melihat wanita yang lagi menangis itu? Sepertinya dia sedang sedih banget”, atau contoh lainnya
  • apa adik melihat laki-laki itu dengan wajar yang cemberut, sepertinya dia sedang marah ya”.

#5. Beri anak hewan peliharaan

Saat usianya sudah menginjak TK, coba berikan dia hewan peliharaan. Hamster, kucing, atau kelinci cocok untuk anak usia TK.

Menurut para ahli psikologi, memelihara hewan peliharaan dapat meningkatkan kepekaan perasaan anak terhadap orang lain. Mengapa? Karena ia terbiasa mengasihi hewan peliharaannya. Tertarik mencoba?

#6. Sering-seringlah mengajak anak berjalan-jalan di lingkungan sekitar

Biasakan agar anak Anda tak hanya beraktivitas di rumah. Berjalan-jalanlah bersamanya ke luar rumah. Coba kunjungi daerah-daerah kumuh atau daerah dimana orang-orang pinggiran berada.


Berikan pengertian kepadanya tentang daerah tersebut, siapa saja orang-orang yang tinggal di sana, mengapa mereka tingggal di sana, dan sebagainya. Jelaskan kepada anak Anda bahwa kita mempunyai tanggung jawab untuk membantu mereka sebisa kita.

Penjelasan Anda dan pengamatan yang dilakukan anak Anda secara langsung tersebut bisa merangsang jiwa sosial pada diri anak. Empatinya terhadap orang lain pun meningkat.

#7. Membacakan dongeng atau cerita keteladanan tentang empati

Yang terakhir, cara menumbuhkan empati pada anak yang bisa dilakukan adalah dengan membacakan cerita keteladanan tentang empati. Contoh cerita ataupun dongeng tersebut bisa Anda dapatkan di internet maupun di toko buku terdekat.

Bagi sebagian anak, pemberian pesan melalui cerita atau dongeng lebih efektif dibandingkan dengan kita memberikan instruksi atau penjelasan secara langsung.

Akhir kata,

Jika Anda ingin menjadikan anak memiliki empati yang tinggi, maka syarat pertama bagi Anda sebagai orang tua adalah memberikan keteladanan mengenai sikap empati  kepada si kecil. Tunjukkan kepada anak bahwa Anda adalah orang yang peduli dengan lingkungan sekitar.

Bagaimanapun teori tentang mendidik anak agar memiliki empati yang tinggi, semuanya akan sia-sia bila Anda tidak memberikan contoh yang baik kepada anak.

Demikian cara mengajarkan empati pada anak yang bisa kami bagikan untuk Anda. Semoga bermanfaat ya.



Sekian.

Berikan rating konten :

Leave a Comment