Cara Mendidik Anak Agar Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Dini

5/5 (3)

Cara Efektif Mengajarkan Kedisiplinan pada Balita – Memiliki anak yang masih di usia dini bukan berarti tidak bisa mulai diajarkan disiplin. Sebaliknya, anak sesungguhnya sudah bisa diajarkan mengenai aturan dan kedisiplinan sejak usia balita. Pendidikan disiplin sejak dini ini bertujuan agar nanti pada saat anak Anda sudah mulai besar, dia lebih bisa bersikap baik dan juga positif, karena telah dibiasakan sebelum-sebelumnya.

mengajarkan disiplin pada anak
Sumber : Pexels.com

Akan tetapi, kebanyakan orang tua muda bingung tentang bagaimana cara yang paling tepat untuk mengajarkan anaknya agar disiplin. Mereka bingung untuk memulai dari mana. Kami kutipkan dari situs verywell.com, berikut ini adalah cara-cara efektif yang bisa Anda lakukan agar anak bisa disiplin sejak usia dini.

Tips mengajarkan disiplin pada anak sejak usia dini

Apa saja yang harus dilakukan? Mari disimak.

#1. Ajarkan tentang kedisiplinan secara verbal

Anda bisa ajarkan kedisiplinan ini secara verbal atau pun ucapan pada anak Anda. Jelaskan dengan mengatakan kepada anak mengenai lingkungan serta benda-benda yang ada di sekitarnya seperti berikut :


  • Krayon itu digunakan untuk mewarnai kertas, bukan di dinding. Bila adik ingin menggambar atau mewarnai, bunda memiliki kertas yang bisa adik gunakan.
  • Setelah bermain, mainan ditaruh kembali pada tempatnya ya, dik.
  • Melepaskan sandal, sepatu, atau kaos kaki itu di luar rumah, dik. Lantai di dalam rumah hanya boleh diinjak oleh kaki yang bersih.
  • Dan lain-lain.

Selalu gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti oleh anak Anda dan katakan tanpa adanya ancaman, apalagi dengan marah-marah.

Baca juga : Cara Efektif Mengajarkan Anak Menggosok Gigi

#2. Beri contoh kepada anak dan bantulah dia

Pemberian contoh kepada anak ini adalah pengiring dari ajaran verbal. Yang mana, terkadang Anda harus mencontohkan tindakan pada anak, mana yang dapat dilakukan dan mana yang tidak. Misalnya seperti ini :

  • Mencuci tangan seusai melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.
  • Memegangi tangan anak pada saat menaiki dan juga menuruni tangga sembari mengatakan yang seperti ini, “Hati-hati, perhatikan langkah adik yang baik dan benar ya sayang”.
  • Mencontohkan anak dengan mengelus hewan peliharaan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
  • Memberi contoh kepada anak untuk memotong kuku tiap hari Jum’at pagi.
  • Menggosok gigi sebelum tidur.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Pemalu

#3. Beri apresiasi saat anak melakukan kebaikan

Apresiasi dan berikan pujian pada anak Anda. Sebagai contoh, beri dia pujian ketika ia mau menuruti apa yang Anda minta kepada dia, seperti tidur siang, makan, dan sebagainya.

Cara yang satu ini efektif sekali untuk memotivasi anak dalam melakukan hal-hal yang baik. Selalu puji anak dengan menggunakan kata-kata seperti :

  • bagus,
  • pintar,
  • hebat,
  • mama bangga nak,
  • dan lain sebagainya

Sedangkan untuk menunjukkan bahwasannya tindakannya tidak benar, maka jangan pernah membentak atau pun menyerukan kata seperti ini “tidak” keras-keras kepada anak. Ini justru membuat anak malah menjadi takut, bukan hormat kepada orang tuanya. Mengenai cara mengingatkan anak ini akan kami bahas pada kesempatan yang lainnya ya.

#4. Biasakan anak untuk menolong orang lain sejak dini

Seperti yang pernah saya tuliskan di sini, tak perlu menunggu anak berusia 6 atau 7 tahun, Anda bisa mulai mengajarkannya agar peduli terhadap orang lain sejak dini. Silakan baca tulisan kami tersebut jika Anda ingin tahu selengkapnya.

#5. Berikan aturan yang jelas dan spesifik

Berikan instruksi atau aturan yang jelas dan spesifik kepada anak. Misalkan,

  • Adik harus bangun jam 5 pagi.
  • Adik harus tidur sebelum pukul 21.00.
  • Adik harus menggosok gigi sebelum tidur.
  • Adik harus mengaji minimal 1 halaman sehari.
  • Dan sebagainya.

Jangan lupa berikan alasan mengapa Anda memberikan aturan tersebut secara rasional dan dapat dipahami si kecil. Jangan menggunakan nada yang keras saat menyampaikan aturan yang Anda buat.

Tetap santai dan tenang. Anggaplah seperti berbicara biasa dengan si kecil.

#6. Sesuaikan aturan yang Anda buat dengan usia anak

Tips selanjutnya untuk mengajarkan kedisiplinan pada anak adalah dengan memberikan ia aturan sesuai dengan usianya. Aturan bagi anak usia dini dengan anak usia TK tentu saja sangat berbeda.


Anak usia TK bisa diberikan aturan kedisiplinan yang lebih tegas dibanding dengan anak usia dini. Mengapa? Sebab, anak usia TK sudah mulai bisa memahami bahasa yang lebih baik & banyak, serta, Ia juga makin bisa mencontoh tindakan orang dewasa.

Jadi, ubahlah sedikit demi sedikit aturan (standar kedisiplinan) untuk anak Anda yang usianya mulai bertamba. Yap, sesuaikan dengan usianya. Naikkan sedikit demi sedikit.

Demikian tulisan tentang tips mengajarkan kedisiplinan pada balita yang efektif yang dapat kami bagikan.


Sekian dan semoga bermanfaat!

Berikan rating konten :

Leave a Comment