Cara Efektif Mendidik Anak Agar Lebih Percaya Diri & Berperilaku Positif

5/5 (2)

Cara efektif menumbuhkan rasa percaya diri pada anak – Anak yang memiliki kepercayaan diri, berperilaku positif, cerdas serta mempunyai kepekaan sosial tinggi tentu menjadi keinginan semua orang tua. Normalnya, orang tua rela mengasuh, mendidik, dan mengajari anaknya berbagai hal, dikarenakan ia ingin anaknya menjadi pribadi yang baik dan sukses di kehidupannya mendatang. Setuju, Bunda?

mendidik anak lebih percaya diri
Sumber : Pexels.com

Entah disadari ataupun tidak, sebenarnya kunci untuk mendapatkan semua itu hanya satu, yakni meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak-anak Anda.

Para ahli pun juga telah bersepakat bahwa anak-anak yang memiliki waktu berkualitas dengan orangtuanya, relatif akan tumbuh jadi anak yang lebih berwawasan luas, memiliki empati yang lebih mendalam, percaya diri, dan juga lebih tahan pada godaan seperti seks bebas maupun narkoba, dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki banyak waktu berkualitas bersama orang tuanya.

Baca juga : Cara Efektif Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak


Tips meningkatkan percaya diri anak sejak dini

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua saat quality time bersama anak agar ia lebih percaya diri dan berperilaku positif secara keseluruhan? Simak ulasan kami ini dulu yuk.

  1. Seringlah mengajak anak mengobrol
    Bicarakan banyak hal bersama mereka. Tanyakan bagaimana di sekolahnya, teman-temannya, PR-nya, hobinya, dan sebagainya. Bila sudah tidak ada bahasan yang bisa Anda bicarakan, ceritakan berbagai kisah humor dan dongeng yang bisa Anda temui di internet.
    Mendengarkan orang dewasa atau orangtuanya berbicara bisa membantu anak-anak belajar. Ia bisa belajar secara langsung semisal ada kata-kata yang belum ia pahami. Kebiasaan yang satu ini juga bisa menjadikan Anda dan anak lebih dekat secara emosional.
  2. Membaca bersama.
    Membaca dengan suara yang keras dan lantang bersama anak juga bisa menjadi salah satu cara yang paling menyenangkan saat menghabiskan waktu bersama mereka. Baiknya lagi, membaca dan melakukan story telling ini bisa membantu Anda mengenalkan bahasa, huruf, dan juga merangsang perkembangan otak kepada buah hati.
  3. Menjelaskan banyak hal baru.
    Jelaskan hal-hal di sekitar kita yang kiranya layak untuk anak Anda tahu. Sebagai contoh :


    – Jelaskan mengenai seseorang yang sedang membuat lubang galian di sebuah bangunan dekat rumah Anda,
    – Jelaskan mengenai kerang yang Anda dan anak Anda lihat pada saat berlibur ke pantai.


    Inilah pentingnya berbicara dengan anak. Momen ketika anak mendapat perhatian eksklusif dari Anda merupakan momen yang sangat-sangat berharga. Apabila Anda menghentikan apapun yang sedang Anda lakukan lalu mencurahkan perhatian kepada anak, maka secara tidak langsung Anda telah memberikan dorongan untuk perkembangan serta kepercayaan diri anak Anda.
    -> Kunci awal mendidik anak = Mau meluangkan waktu yang berkualitas untuk anak

  4. Jangan marahi si kecil saat ia melakukan kesalahan
    Jelaskan kepada anak bahwa semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Memarahi si kecil saat ia melakukan kesalahan justru dapat mengikis rasa percaya dirinya secara signifikan.
  5. Beri kesempatan anak mencoba hal baru
    Coba berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba hal baru. Bila ia sudah bisa berenang, coba ajaklah ia untuk berlatih bersepeda atau bermain sepatu roda. Proses pembelajaran hal baru ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak, karena ia berani mencoba hal yang sebelumnya ia belum mampu melakukan.
  6. Ajarkan anak untuk mempunyai Goals atau tujuan.
    Sebagai contoh, Anda bisa memberikan challenge sekaligus motivasi kepada anak bahwa semester ini ia harus masuk 3 besar nilai teratas di kelasnya. Atau, bulan ini ia harus menyumbangkan 1/4 dari tabungannya kepada yayasan sosial, dan sebagainya. Ketika anak bisa mencapai goals yang telah ia sepakati, anak akan merasa hebat dan luar biasa. Hal seperti ini bisa kita gunakan sebagai cara untuk mengajarkan percaya diri pada anak.
  7. Biarkan anak ‘gagal’
    Sangat wajar bila orang tua menginginkan anaknya selalu berhasil dan mendapatkan apa yang ia inginkan. Namun, membiarkan si kecil mencoba dan gagal (trial and error) adalah pembelajaran yang sangat bermanfaat baginya. Hal ini akan membiasakan kepadanya bahwa kegagalan bukanlah hal yang fatal. Yang lebih penting adalah bagaimana caranya bangkit dan bekerja lebih keras untuk dapat mencapai apa yang menjadi keinginannya.
  8. Jadilah contoh yang baik.
    Anak Anda akan belajar tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain melalui cara dia berinteraksi dengan orangtuanya. Tiap orangtua perlu mengatakan ‘tidak’, alih alih menuruti semua keinginan anak. Hal tersebut bisa jadi momen bagi anak untuk belajar.
    Ia akan mengerti bahwasan Anda tegas serta jelas mengenai sikap, sifat, tindakan, dan juga kebiasaan yang Anda ingin anak lakukan atau pun tidak dilakukan. Dan, yang terakhir jangan lupa untuk memberikan pujian dan apresiasi kepada anak Anda saat mereka mematuhi ucapan Anda, lalu beri contoh tentang kesopanan kepada mereka.
  9. Selalu tunjukkan rasa cinta Anda kepada mereka
    Bagaimanapun kondisi anak Anda, tunjukkan rasa cinta Anda kepada mereka. Apakah si kecil mendapatkan nilai yang bagus ataupun jelek, kondisi berhasil ataupun gagal, tunjukkan kasih sayang Anda. Beri tahu kepada mereka bahwa Anda percaya mereka itu hebat. Mereka adalah anak yang cerdas.

Disamping 9 hal yang bisa menjadi cara meningkatkan percaya diri pada anak di atas, ada beberapa hal yang dapat merusak percaya diri anak. Hal-hal ini tentu harus Anda hindari sebagai orang tua. Apa saja hal-hal tersebut?

mengajarkan anak gemar membaca sejak dini
Sumber : Pexels.com

Hal yang dapat merusak percaya diri anak

Inilah hal-hal utama penyebab anak tidak percaya diri. Hindari beberapa hal di bawah ini ya Bunda.

  1. Perkataan yang mengandung komentar negatif terhadap anak Anda. Kata-kata negatif yang terucap dari mulut kita justru menjadi bumerang kepada anak. Sebagai contoh, ucapan negatif seperti, “Kamu ini anak bandel, nakal, lambat, semaunya sendiri..”, dan sejenisnya. Labih baik jika kita mengatakan apa yang seharusnya anak lakukan semisal, “Dik, kerjakan tugas sekolahnya dulu ya. Sholat dulu dik.” dan sebagainya.
  2. Perkataan yang kesimpulannya adalah hidup akan lebih baik tanpa anak. Ini seringkali diucapkan oleh orang tua saat marah besar terhadap anak ataupun pasangannya. Jangan sampai begini ya Bunda. Sangat bahaya bagi kepercaayaan diri anak.
  3. Menelantarkan anak dan terlihat tidak tertarik pada anak. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya juga berbahaya bagi kecerdasan emosional anak. Anak yang jarang berkomunikasi dengan orang tuanya cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dibandingkan dengan anak yang berkomunikasi aktif dengan orang tuanya.
  4. Membanding-bandingkan anak dengan orang lain secara negatif. Hal ini juga menjadi sumber masalah bagi kepercayaan diri anak. Jangan bandingkan anak kita dengan orang lain. Percayalah, setiap anak ditakdirkan memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Fokuslah pada kelebihan serta kekuatan anak kita dan berusahalah untuk mengembangkannya. Membandingkan anak kita dengan anak lain justru dapat merusak kepercayaan dirinya.

Demikian tulisan mengenai mendidik anak  agar lebih percaya diri & berperilaku positif yang bisa kami bagikan. Jangan lupa untuk menghindari hal-hal yang menjadi penyebab anak tidak percaya diri juga ya.

Karena, sebagaimanapun kita berusaha untuk meningkatkan percaya diri anak, jika ada hal lain yang dapat merusak kepercayaan dirinya tersebut, sedikit banyak psikis anak akan terpengaruh.

Semoga ada manfaat yang bisa kita ambil ya, Bunda.


Sekian.

Berikan rating konten :

Leave a Comment