Kelebihan dan Kekurangan Transmisi Listrik DC Tegangan Tinggi

5/5 (5)

Kelebihan & Kekurangan Transmisi DC Tegangan Tinggi – Seperti yang kita lihat di sekitar kita, saluran transmisi listrik tegangan tinggi yang sekarang banyak digunakan adalah transmisi AC, atau biasa disingkat HVAC (High Voltage AC). Lengkapnya, transmisi tenaga listrik yang banyak digunakan saat ini menggunakan sistem 3 fasa AC.

Di negara kita, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menggunakan transmisi AC sebagai metode utama dalam menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit ke jaringan distribusi yang ada.

Mengapa Tidak Menggunakan sistem AC?

Namun, perlu diketahui, penggunaan transmisi HVAC pada praktiknya tidak sepenuhnya tanpa masalah. Sebagai contoh, transmisi HVAC akan bermasalah bila digunakan pada jarak yang sangat jauh . Transmisi AC memerlukan kompensasi reaktif yang (terkoneksikan secara shunt atau seri) untuk mengatasi masalah ini.

Selanjutnya, akan ditemukan persoalan ketika sistem HVAC digunakan pada transmisi bawah laut. Jika jarak transmisi bawah laut lebih dari 50 km, maka arus capacitive charging dari kabel AC akan menjadi masalah besar. Solusi dari dua masalah di atas adalah penggunaan transmisi listrik HVDC. (Baca juga : Syarat Relay Pengaman Listrik)


Sistem Transmisi HVDC Mono Polar
Source : Electrical4U.com

Alasan Teknis Penggunaan Transmisi Tegangan Tinggi DC (HVDC)

Ada beberapa alasan krusial mengapa transmisi DC harus digunakan. Alasan-alasan tersebut berkaitan erat dengan biaya dan efisiensi dari sistem transmisi yang akan dibangun. Transmisi HVDC menjadi sangat esensial pada :

  1. Interkoneksi pada 2 sumber AC yang sangat besar. Sistem transmisi HVDC dapat digunakan tanpa harus mengkhawatirkan isu sinkronisasi dari kedua sistem besar tersebut. Selanjutnya, teknisi hanya perlu concern kepada stabilitas diantara kedua sistem. (Contoh : Cross channel link sistem di UK-Perancis sebesar 2000 MW)
  2. Interkoneksi pada sistem-sistem yang memiliki perbedaan frekuensi. (Contoh : koneksi antara sistem listrik utara dan selatan kepulauan di Jepang, yang menggunakan sistem 50 Hz dan 60 Hz)
  3. Transmisi darat yang sangat panjang dan menghantarkan daya sangat besar, dimana penggunaan sistem transmisi AC memerlukan biaya jauh lebih besar dari sistem transmisi DC. (Contoh : Sistem transmisi Nelson River di Manitoba, Kanada. Sebuah sistem transmisi total 4000 MW yang menghantarkan listrik sejauh lebih dari 600 km.)

Mohon maaf karena contoh-contoh kasus penggunaan transmisi HVDC  saya ambilkan dari kejadian yang ada di luar negeri. In syaa Allah, bila ada kesempatan, saya akan update contoh di Indonesia.

Baca juga : Distro Linux Terbaik Untuk Berbagai Kebutuhan 2019

Kelebihan Transmisi HVDC Dibandingkan Transmisi HVAC

Apa saja kelebihan transmisi listrik AC dibandingkan dengan transmisi DC? Inilah kelebihan-kelebihannya :

  1. Hanya membutuhkan 2 konduktor -> positif dan negatif yang menuju ke ground. Hal ini tentu berbeda dengan sistem AC. Akibatnya, transmisi listrik tegangan tinggi DC lebih hemat biaya tower dan kabel.
  2. Voltage stress pada permukaan konduktor dapat dikurangi pada sistem transmisi DC. Apa akibatnya? Hal ini mengurangi corona loss, emisi audible, dan interferensi radio yang diakibatkan dari berkurangnya voltage stress pada konduktor tersebut.
  3. Infeed HVDC tidak meningkatkan secara signifikan kapasitas hubung singkat yang diperlukan dari switchgear dalam jaringan AC.
  4. Kontrol cepat konverter dapat digunakan untuk meredam osilasi di sistem AC yang terhubung dengan jaringan transmisi HVDC.
  5. Frekuensinya nol (0). Berbeda dengan sistem AC yang memiliki variansi frekuensi, sistem DC tidak memiliki variansi frekuensi. Tidak diperlukan prosedur sinkronisasi saat menghubungkan generator DC ke grid.

Kelebihan dan Kekurangan Transmisi Listrik DC Tegangan Tinggi 1
Source : GE Grid Solutions

Kekurangan Transmisi HVDC

Selain memiliki kelebihan, transmisi listrik DC juga memiliki kekurangan. Kekurangan transmisi DC tegangan tinggi tersebut diantaranya adalah :

  1. Biaya pembangunan station HVDC lebih mahal dibandingkan dengan biaya substation trafo pada sistem HVAC.
  2. Perlu menyiapkan filter dan perlengkapan terkait untuk memastikan bentuk gelombang listrik dan power factor dapat diterima pada sistem AC terhubung.
  3. Circuit Breaker DC tegangan tinggi masih cukup jarang di pasaran.

Semoga bermanfaat ya 🙂



Daftar Pustaka

B.M. Weedy, dkk., Electric Power Systems Fifth Edition

Berikan rating konten :

Leave a Comment